Kamis, Mei 17, 2012
   
Text Size
Iklan

Berita

Training Of Trainers Agribisnis Kedelai di KP. Jambegede

 

Training Of Trainers (TOT) “Agribisnis Kedelai” kembali diberikan kepada 30 peserta pelatihan Balai Besar Penyuluh Pertanian Ketindan Jawa Timur. Materi dan praktek lapang budidaya kedelai dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Balitkabi, tepatnya di Jambegede Malang, tanggal 8-10 Mei 2012. Para peserta adalah  petugas penyuluh  dari  Prov. Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Imam Sutrisno, SP, kepala KP Jambegede berharap semua peserta TOT bisa menerapkan dan menularkan pengalaman “Agribisnis Kedelai” kepada masyarakat khususnya para petani. Dengan demikian produktivitas pertanaman kedelai bisa memuaskan sehingga taraf kehidupan petani menjadi lebih baik.

Baca selengkapnya: Training Of Trainers Agribisnis Kedelai di KP. Jambegede

   

Esensi Varietas Tahan untuk Pengendalian Ulat Grayak Spodoptera litura pada Tanaman Kedelai

Sebagai pemakalah pada Seminar dua mingguan di Puslitbangtan Bogor, pada tanggal 10 Mei 2012 adalah Dr. Suharsono, MS yang menyampaikan topic Pembentukan Varietas Kedelai Tahan Ulat Grayak Spodoptera litura. Seminar dihadiri oleh 40 peserta dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Balitkabi, Dinas Pertanian kabupaten Bogor, Direktorat Perbenihan, Dirjentan, Kapuslitbangtan, dan staf.

Baca selengkapnya: Esensi Varietas Tahan untuk Pengendalian Ulat Grayak Spodoptera litura pada Tanaman Kedelai

   

Pak Wardono: Potret Petani Kedelai Andal dari Bantul

Usianya memang sudah tidak muda lagi, tetapi semangat untuk menggeluti kedelai, tidak kalah dengan yang muda-muda. Jika berdiskusi tentang kedelai, bicaranya tegas, lugas. Saat pemulia kedelai Balitkabi (Muchlish Adie) hadir pada pelatihan PTT Kedelai di Bantul, Ibu Retno (peneliti BPTP Jateng), mengajak Pak Dono mengobrol, dan beliau yang datang dari rumahnya di Kecamatan Pandak, Bantul, bergegas hadir dengan senang hati.

Antara Bu Retno dan Pak Dono, lama memendam penasaran tentang varietas kedelai yang ditanam pak Dono. Pak Dono telah lama menanam kedelai. Kata beliau varietas yang ditanam itu Lokal Garut. Tanamannya tinggi, polongnya banyak, dan petani sekitar selalu membeli benih dari saya, cerita Pak Dono. Musim tanam kemarin, dari luasan 800 m2, pertanaman kedelai Lokal Garut miliknya menghasilkan 231 kg (sekitar 2,90 t/ha). Setiap musim tanam tidak kurang dari 2 ton pak Dono menjual benih kedelai Lokal Garut kepada petani. Naluri sebagai pemulia, Pak Muchlish, apakah warna bulunya putih dan umur kedelainya sekitar 85 hari. Diiyakan oleh Pak Dono, sambil menyerahkan contoh benih, yang menurut Pak Dono, ini sudah diseleksi dua kali. Tentu sebagai peneliti, Pak Muchlish akan meneliti lebih lanjut benih yang diserahkan Pak Dono, apakah Lokal Garut dimaksud merupakan varietas unggul yang telah dilepas tetapi berkembang di Bantul, ataukah segregan (hasil segregasi) dari varietas unggul. Jawabnya perlu tahap-tahap penelitian.

Baca selengkapnya: Pak Wardono: Potret Petani Kedelai Andal dari Bantul

   

Mari Dorong Petani Kacang Tanah Gunung Kidul Lebih Maju

Tidak hanya berjulukan kota pelajar dan kota budaya. DIY menyimpan potensi sebagai produsen kacang tanah, salah satunya di Kabupaten Gunung Kidul. Dengan 18 Kecamatan dan 144 desa, Kabuaten Gunung Kidul didominasi oleh lahan kering.  Walaupun demikian, jangan heran, Statistik Kabupaten Gunung Kidul menunjukkan rata-rata produksi kacang tanahnya tertulis 8,31 t/ha polong basah dan di salah satu kecamatan yakni Karang Mojo tertera 8,97 t/ha polong basah. Memang cukup tinggi, dibandingkan rata-rata produksi nasional.

Baca selengkapnya: Mari Dorong Petani Kacang Tanah Gunung Kidul Lebih Maju