|
Info Aktual
|
|
Written by Marwoto
|
|
Monday, 28 September 2009 |
|
 Penerapan teknologi budidaya kacang tanah di lahan kering masam Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah, memberikan hasil 4,1-6,4 t/ha polong segar, atau 18-83% lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya petani setempat. |
|
Berita lengkap ...
|
|
|
Info Aktual
|
|
Written by Tinuk Sri Wahyuni
|
|
Thursday, 09 July 2009 |
|
PELESTARIAN DAN KARAKTERISASI PLASMA NUTFAH UBIJALAR Tinuk Sri Wahyuni  Kegiatan koleksi dan pelestarian plasma nutfah ubijalar di Balitkabi dimulai sekitar tahun 1986. Jenis aksesi yang terdapat dalam koleksi terdiri dari : varietas lokal, varietas unggul nasional, varietas introduksi, klon-klon harapan hasil persilangan dan mutan yang terjadi secara spontan. Jenis aksesi yang terbanyak adalah varietas-varietas lokal yang dikumpulkan dari kegiatan eksplorasi sampai ke pelosok-pelosok desa yang tersebar di berbagai wilayah daerah provinsi di Indonesia. Tujuan dari koleksi dan pelestarian plasma nutfah ubijalar ini adalah untuk menyelamatkan gen-gen penting yang potensial untuk perbaikan dan peningkatan mutu varietas unggul dan menambah keragaman genetik. |
|
Berita lengkap ...
|
|
|
Info Aktual
|
|
Written by Andy Widjanarko
|
|
Tuesday, 02 June 2009 |
|
Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun meningkat sekitar 4,4% sedangkan produksi kacang tanah hanya meningkat sebesar 2,5%. Sekitar 60% kacang tanah ditanam di lahan kering. Luas pertanaman kacang tanah di Banjarnegara hanya sekitar 3.326 ha, lahan kering yang tersedia 51.162 ha , dengan produktivitas 1,15 t/ha. Pola tanam di lahan tegal di wilayah Banjarnegara pada MH I adalah ubi kayu monokultur, tumpangsari antara ubikayu-jagung atau ubikayu-padi gogo atau ubikayu-kacang tanah dengan populasi masing-masing 100%. Dengan mengubah tata letak tanaman ubikayu menjadi baris ganda, maka memungkinkan kacang tanah ditanam kembali pada MH II di antara tanaman ubikayu baik setelah jagung, padi gogo atau kacang tanah pertama. Hal ini berarti akan terjadi penambahan luas pertanaman kacang tanah. Dengan menambah intensitas tanam berarti akan meningkatkan produksi dan sekaligus menambah pendapatan petani. |
|
Berita lengkap ...
|
|
|
Info Aktual
|
|
Written by Purwantoro
|
|
Friday, 08 May 2009 |

Situasi perbenihan kedelai di Indonesia sudah menjurus pada krisis benih. Petani kesulitan memperoleh benih unggul, sehingga menanam benih asalan. Sampai saat ini sudah dilepas 70 varietas kedelai namun penyebarannya masih mengalami kendala karena belum berkembangnya sistem perbenihan kedelai di Indonesia. Para penangkar benih kurang berminat mengusahakan benih kedelai karena keuntungannya yang lebih kecil dibanding mengusahakan benih padi atau jagung. Untuk itu perlu adanya cara-cara menumbuhkan minat penangkar benih melalui kelompok-kelompok tani pada sentra-sentra produksi kedelai di Indonesia, dengan membangun sistem jaringan benih sertifikasi antar musim dan antar wilayah (jabalsim).
|
|
Berita lengkap ...
|
|
|
Info Aktual
|
|
Written by S.W. Indiati
|
|
Wednesday, 29 April 2009 |
Sampai saat ini pestisida kimia masih merupakan satu-satunya senjata pamungkas petani untuk pengendalian OPT di lahan pertanian, karena mudah didapat, tidak repot, dan hasilnya segera dapat dilihat. Penggunaan pestisida oleh petani cenderung sangat berlebihan, sehingga berdampak negatif terhadap konsumen maupun ekosistem pertanian. Salah satu cara alternatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan adalah dengan penggunaan pestisida nabati.
|
|
Berita lengkap ...
|
|
|
Info Aktual
|
|
Written by Jaslit
|
|
Tuesday, 31 March 2009 |
Balitkabi menjalin kerja sama dengan salah satu produsen makanan kacang tanah terkemuka, yakni PT Garudafood, untuk bersama-sama merakit varietas unggul kacang tanah dengan kadar aflatoksin rendah. Penandatanganan kontrak kerja sama Balitkabi dengan PT Tudung Putra Putri Jaya (PT TPPJ), perusahaan yang satu group dengan PT Garudafood ini dilakukan pada 20 Februari 2009 di Kantor Balitkabi, Kendalpayak, Malang. |
|
Berita lengkap ...
|
|
|
|