Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Balitkabi
  • Balitkabi
  • Balitkabi
  • Balitkabi
1. Digital Library
2. Procurement
4. Stok Benih

Ads on: Special HTML

E-mail Cetak

Balitkabi

EVENT 

Kegiatan:
Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Lahan Alvisol dan Vertisol
Tgl:
27 September 2013 
Lokasi:
Balitkabi - Kendalpayak, Kabupaten Malang
Katagori:
Seminar Intern

Deskripsi

PENGARUH PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI PADA LAHAN ALVISOL DAN VERTISOL

Siti Muzaiyanah, Afandi K dan Subandi

ABSTRAK

Permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam produksi kedelai di Indonesia pada dasarnya meliputi dua hal pokok, yakni: areal tanam/panen kedelai tidak luas produktivitasnya rendah. Salah satu cara untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah dengan meningkatkan produktivitas dan/atau menurunkan biaya produksi dengan menerapkan komponen teknologi dan rakitan teknologi budidaya yang produktif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian lima macam pupuk, terdiri dari anorganik dan organik yaitu: phonska, pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam dan pupuk organik kaya hara Santap NM-1 dan NM-2 serta kombinasinya terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian pada lahan Vertisol dilakukan mulai bulan Februari 2012- April 2012 di kebun percobaan Ngale, kabupaten Ngawi. Penelitian pada lahan Alvisol dilakukan di Bagor kulon, kabupaten Nganjuk pada bulan Mei 2013 sampai Agustus 2013. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok dengan 12 perlakuan diulang tiga kali.  Kedelai yang digunakan adalah Anjasmoro, pupuk kandang sapi berasal dari sapi pedaging/penggemukan dan pupuk kandang ayam bersumber dari ayam petelur. Parameter yang diamati: indeks klorofil pada 60 hst, jumlah bintil akar pada umur 45 hst, tinggi tanaman pada 60 hst, jumlah polong isi, polong hampa, jumlah tanaman per plot yang dilakukan pada saat panen, berat 100 biji dan berat biji per plot yang dilakukan pasca panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pertumbuhan dan hasil pada lahan vertisol lebih baik daripada lahan alvisol dan terdapat perbedaan pertumbuhan dan hasil nyata antara kontrol dan perlakuan pemupukan. (1) Nilai indeks klorofil daun berbeda antara perlakuan kontrol dan perlakuan pemupukan, tapi mempunyai nilai yang cenderung sama antar perlakuan pemupukan baik pada alvisol (47-49) maupun vertisol (43-47). (2) Jumlah bintil akar pada lahan alvisol, jumlah tertinggi adalah perlakuan pemupukan kotoran ayam 3000 kg/ha dengan rata-rata 25,43 per tanaman, sedangkan pada lahan vertisol tertinggi adalah pada perlakuan pemupukan kotoran Sapi 5000 kg/ha sebanyak rata-rata 28,77 buah per tanaman. (3) Pada umur 60 hst, tinggi tanaman pada lahan alvisol cenderung sama yaitu antara 52-57 cm, sedangkan pada lahan vertisol, tanaman tertinggi adalah pada perlakuan pemupukan Phonska 300 kg/ha (70,37 cm), kotoran ayam 3000 kg/ha (68,87 cm) dan Santap NM-1 1500 kg/ha +Phonska 150 kg/ha (69,60 cm). (4) Jumlah polong isi hasil pemupukan pada alvisol cenderung sama yaitu rata-rata 28-34 buah per tanaman, sedangkan pada lahan vertisol, jumlah polong tertinggi adalah perlakuan pemupukan Santap NM-1  2500 kg/ha+Phonska 150 kg/ha sebanyak rata-rata 60,60 buah pertanaman. (5) Bobot 100 biji pada perlakuan pemupukan di lahan alvisol cenderung sama yaitu antara 13-14 g, sedangkan pada lahan vertisol, bobot 100 biji tertinggi adalah phonska 300 kg/ha (14,15 g), kotoran Sapi 5000 kg/ha (13,61 g), kotoran ayam 3000 kg/ha (13,90 g), Santap NM-1 1500 kg/ha +Phonska 150 kg/ha (14,12 g), dan Santap NM-1  2500 kg/ha+Phonska 150 kg/ha (13,54 g).(6) Produktivitas tertinggi pada lahan alvisol adalah hasil pemupukan Santap NM-1 1500 kg/ha +Phonska 150 kg/ha (1,82  t/ha) dan Santap NM-2  2500 kg/ha+Phonska 150 kg/ha (1,86 t/ha), sedangkan pada lahan vertisol adalah hasil pemupukan phonska 300 kg/ha (2,69 t/ha) dan kotoran sapi 5000 kg/ha (2,72 t/ha). Pemupukan Phonska 300 kg/ha,  Kotoran Sapi 5000 kg/ha, Santap NM-1 1500 kg/ha +Phonska 150 kg/ha cenderung mempunyai produktivitas/hasil yang stabil pada kedua lahan. Maka dapat dikatakan, pemupukan Santap NM-1 1500 kg/ha +Phonska 150 kg/ha dan Kotoran Sapi 5000 kg/ha, berpotensi sebagai alternatif pengganti pemupukan phonska 300 kg/ha.

 

Kata kunci: kedelai, pupuk organik, pertumbuhan, hasil

Lokasi

Tempat:
Balitkabi
Jalan:
Jl. Raya Kendalpayak Km. 8
Kota:
Kendalpayak, Kabupaten Malang
Status:
Jawa Timur
Joomla Templates by JoomlaVision.com