Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Balitkabi
  • Balitkabi
  • Balitkabi
  • Balitkabi
Prosiding
4. Stok Benih
2. Procurement
1. Digital Library

Ads on: Special HTML
Percepatan Penyebaran Varietas Unggul Melalui Sistem Penangkaran Perbenihan Kedelai Di Indonesia PDF Cetak E-mail
Jumat, 08 Mei 2009 18:40

Pertanaman Kedelai Var. GroboganPertanaman Kedelai Var. Grobogan

Situasi perbenihan kedelai di Indonesia sudah menjurus pada krisis benih. Petani kesulitan memperoleh benih unggul, sehingga menanam benih asalan. Sampai saat ini sudah dilepas 70 varietas kedelai namun penyebarannya masih mengalami kendala karena belum berkembangnya sistem perbenihan kedelai di Indonesia.  Para penangkar benih kurang berminat mengusahakan benih kedelai karena keuntungannya yang lebih kecil dibanding mengusahakan benih padi atau jagung. Untuk itu perlu adanya cara-cara menumbuhkan minat penangkar benih melalui kelompok-kelompok tani pada sentra-sentra produksi kedelai di Indonesia, dengan membangun sistem jaringan benih sertifikasi antar musim dan antar wilayah (jabalsim).

PERCEPATAN PENYEBARAN VARIETAS UNGGUL MELALUI SISTEM PENANGKARAN PERBENIHAN KEDELAI DI INDONESIA

Purwantoro

PENDAHULUAN

Situasi perbenihan kedelai di Indonesia sudah menjurus pada krisis benih. Hal ini dapat dilihat pada saat musim tanam petani mengalami kesulitan untuk mencari benih unggul, sehingga benih yang ditanam berasal dari pasar atau benih asalan yang memiliki daya tumbuh rendah. Sebagian besar benih untuk tanaman pangan dikuasai oleh perusahaan multinasional. Sebagai contoh, 43% benih hibrida jagung dipasok oleh perusahaan besar seperti Syngenta dan Bayer Corp. Kondisi seperti ini merupakan bentuk monopoli yang menyebabkan biaya tinggi, akibatnya petani menanggung beban ongkos produksi yang semakin mahal. Sampai saat ini sudah dilepas 70 varietas kedelai namun penyebarannya masih mengalami kendala karena belum teraturnya sistem perbenihan di Indonesia.  Disisi lain, upaya pengembangan benih kedelai terhambat atau jalan ditempat. Penyebab dari tidak jalannya perbenihan kedelai di Indonesia disebabkan oleh minat menjadi penangkar benih kedelai kurang memberikan prospek yang lebih baik dibandingkan komoditas padi, karena kurang memberikan keuntungan bagi penangkar. Untuk itu perlu adanya cara-cara menumbuhkan minat penangkar benih melalui kelompok-kelompok tani pada sentra-sentra produksi kedelai di Indonesia, dengan membangun sistem jaringan benih sertifikasi antar musim dan antar wilayah (jabalsim).

Benih dari suatu kelompok ke kelompok lain memiliki keragaman/perbedaan yang mencakup aspek genetik, fisiologik, dan fisik.  Kondisi dari ketiga aspek tersebut akan menentukan kualitas (mutu) benih, dan selanjutnya akan menentukan keragaan pertumbuhan dan produksi di lapang, karena pertumbuhan dan produksi suatu tanaman ditentukan  faktor genetik dan faktor lingkungan.

Permasalahan yang dihadapi dalam penyiapan atau pengadaan benih kedelai adalah viabilitas benih kedelai yang cepat mengalami penurunan.  Sering terjadi viabiltas benih kedelai menurun sampai kurang dari 80% dalam waktu 2-3 bulan.  Faktor-faktor yang berperan sebagai penyebab tingginya laju penurunan viabiltas benih kedelai selama penyimpanan adalah  (a) benih kedelai yang disimpan memiliki vigor awal yang rendah, (b)  benih disimpan atau dikemas pada kadar air yang tinggi, (c)  kondisi penyimpanan yang lembab dan panas, dan (d)  kerusakan benih oleh hama, penyakit terbawa benih dan kerusakan benih secara mekanis.

Benih unggul akan menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan hasil panen (60% keberhasilan/kegagalan panen ditentukan oleh benih). Oleh karena itu petani harus bisa mengakses benih yang berkualitas baik. Untuk itu perlu dibangkitkan kembali sistem perbenihan di Indonesia melalui pembinaan penangkaran pada daerah-daerah sentral produksi yang melibatkan kelompok tani yang berbasis komunitas.

Biji varietas GroboganBiji varietas Grobogan Biji var. GroboganBiji var. Grobogan

POTENSI DAN KENDALA SISTEM PENANGKARAN BENIH KEDELAI

Potensi

Kelembagaan yang ada di tingkat petani (kelompok tani) memiliki potensi yang cukup baik untuk dilakukan pembinaan penangkaran perbenihan. Jika penangkaran benih bisa berkembang di tingkat kelompok tani maka  kebutuhan akan benih dapat dipenuhi oleh kelompok tani tersebut, sehingga biaya pengadaan benih relatif lebih murah dan akan menambah pendapatan bagi kelompok tani. Dengan demikian keberadaan benih tidak terlalu jauh dari pengguna, sehingga para petani mudah mendapatkan benih yang bermutu, dan juga  memberikan nilai tambah bagi kelompok tani.

 

Pertanaman Var. Grobogan menjelang panenPertanaman Var. Grobogan menjelang panen



Kendala sistem penangkaran di kelompok tani

Dalam pembinaan kelompok tani perlu dilihat kesiapan atau minat kelompok tani apakah sudah memiliki kelembagaan yang baik, ini akan menentukan tingkat keberhasilan dalam pembinaan penangkaran perbenihan. Untuk memperkecil kendala dalam pembinaan penangkaran benih kedelai, pemilihan kelompok tani merupakan kunci utama dalam mengatasi kendala yang akan muncul. Kelompok tani  harus memiliki jiwa usaha  sehingga kelompok tani mampu menangkap peluang dalam usaha perbenihan yang di kelolanya. Pada tahun 2008 telah dilakukan pembinaan penangkaran di dua lokasi yaitu  di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dan  Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Dari dua kelompok tani yang dibina kelompok tani Kabul Lestari yang dapat melaksanakan sistem sertifikasi perbenihan dengan baik dan hasil benih yang didapat telah terdistribusi ke berbagai wilayah seperti, Blora, Jawa Tengah, Binangun, Blitar, Gresik, Madura dan Bayuwangi.

PERCEPATAN PENYEBARAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI

Metode pembinaan penangkaran perbenihan di kelompok tani disamping mendekatkan sistem perbenihan pada pengguna (petani), juga memiliki manfaat dalam percepatan penyebaran varietas unggul baru, sehingga adopsi varietas unggul baru ke petani lebih mudah dan cepat. Melalui kelompok yang dibentuk sebagai penangkar, varietas unggul baru dikenalkan sekaligus ditangkarkan sebagai benih yang bersertifikasi.

 

Pertanaman perbenihanPertanaman perbenihan

 

SISTEM PERBENIHAN KEDELAI

Sistem perbenihan berbasis komunitas memerlukan peran serta anggota kelompok tani secara proaktif, dimana anggota kelompok tani merupakan plasma dari kelompok tani tersebut. Dengan sistem penangkaran benih berbasis komunitas akan mempermudah pembinaan dan pelaksanaan sosialisasi sistem perbenihan di daerah sentra produksi. Sistem pembinaan yang berkelanjutan merupakan suatu keharusan agar bisa eksis dan termonitor keberadaannya. Untuk mempercepat pengembangan benih antar musim antar wilayah diperlukan adanya hubungan antara penangkar dari satu wilayah dengan wilayah lainnya, sehingga penangkar binaan perlu dihubungkan satu dengan yang lainnya agar terbangun hubungan antar penangkar dari berbagai wilayah di sentra-sentra produksi kedelai. Dengan terbangunnya hubungan penangkar dari berbagai daerah atau wilayah di Indonesia diharapkan sistem penangkaran perbenihan kedelai akan menjadi baik, dan akan mempercepat proses penyebaran benih unggul baru. Disamping itu dengan terjalinnya hubungan antar penangkar benih dari berbagai wilayah diharapkan kendala yang dihadapi oleh petani saat tanam benih  dapat diatasi.

Panen var. Grobogan untuk benihPanen var. Grobogan untuk benih

 

Struktur supply chain benih kedelai berbasis komunitasStruktur supply chain benih kedelai berbasis komunitas

Gambar 1. Struktur supply chain benih kedelai berbasis komunitas

 



 
Joomla Templates by JoomlaVision.com