Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Balitkabi
  • Balitkabi
  • Balitkabi
  • Balitkabi
1. Digital Library
4. Stok Benih
Prosiding
2. Procurement

Ads on: Special HTML
Prakiraan Awal Musim Hujan 2013 Wilayah Indonesia PDF Cetak E-mail
Senin, 16 September 2013 09:38

Prakiraan musim hujan menjadi hal yang sangat penting bagi dunia pertanian. Dengan mengetahui prakiraan musim hujan, para pengguna dapat menjadikanya sebagai acuan dalam menentukan kalender tanam (KATAM) terutama tanaman semusim. Untuk mengetahui hal tersebut, Balitkabi menugaskan delapan staf peneliti muda delapan peneliti muda untuk mengikuti seminar tentang perkiraan awal musim hujan tahun 2013 di Balai Penelitian Tanaman Pemanis Serat dan Kapas (Balittas), Jumat (13/9). Selain peneliti Balitkabi seminar juga diikuti peneliti Balittas, BPTP Jawa Timur, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropik (Balitjestro). Pembicaranya Dr. Aris Pramudia dari Balai Penelitian Klimatologi (Balitklimat) Bogor.

Dr. Aris Pramudia menyampaikan bahwa selama kurun waktu 30 tahun, beberapa wilayah di Indonesia mengalami perubahan musim hujan. Dari 342 titik yang diamati di seluruh Indonesia, 32 titik mengalami kemajuan musim hujan hingga 3 bulan, 67 titik mengalami kemajuan 2 bulan dan 95 titik mengalami kemajuan 1 bulan. Daerah yang mengalami keterlambatan musim hujan satu bulan sebanyak 26 titik, terlambat dua bulan 13 titik, dan terlambat 3 bulan sebanyak 5 titik. Seratus empat titik mengalami musim hujan yang normal. Semua titk pengamatan baik yang mengalami kemajuan, kemunduran, dan normal tersebar merata di seluruh Indonesia. Rekaman data BMKG sampai 31 Agustus 2013 menggambarkan bahwa di beberapa wilayah seperti Aceh bagian utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT sudah mengalami hampir 60 hari tidak hujan berturut-turut. Merujuk pada prediksi BMKG saat ini bahwa pada bulan September 2013 diprediksi terjadi penurunan curah hujan terutama di sekitar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, maka informasi tersebut menggambarkan bahwa pada September 2013 diprediksi bisa mendekati 90 hari tidak hujan berturut-turut. Hal ini berpotensi menjadi ancaman kekeringan pada lahan sawah, terutama bagi lahan sawah yang melakukan tanam pada bulan Juli 2013.

Selain memaparkan hasil prediksi musim hujan tahun 2013 di wilayah Indonesia, Dr. Aris Pramudia juga menjelaskan informasi Kalender Tanam (KATAM) yang dikreasi oleh Balitklimat dan BMKG. Informasi tersebut dapat diakses melalui web: www.katam.litbang.deptan.go.id, sms center 08-123-565-1111, smartphone, berbasis android,  Info BPP, kegiatan sosialisasi dan diseminasi lainnya. Informasi kalender tanam melalui sms center dapat diperoleh dengan cara ketik :Info katam [nama administrasi (kecamatan, kabupaten, provinsi, pulau, nasional)]. Contoh: info katam bogor barat. Untuk informasi pupuk dapat menggunakan format :info pupuk [padi, jagung, kedelai] [tunggal, phonska, pelangi, kujang, 151010] [nama administrasi (kecamatan, kabupaten, provinsi, pulau, nasional)]. Contoh: info pupuk padi phonska bogor barat. Informasi varietas tanaman yang sesuai menggunakan format :info varietas [padi, jagung, kedelai] [nama administrasi (kecamatan, kabupaten)]. Contoh: info varietas jagung depok. Pada akhir tahun 2013 Balitklimat akan berupaya untuk membangun informasi KATAM terpadu dengan CCTV. System ini akan memantau keadaan musim hujan, serangan hama dan penyakit, serta validasi apakah petani memanfaatkan informasi Katam untuk pelaksanaan budidaya tanaman di wilayah tersebut.

Sutrisno/AW



 
Joomla Templates by JoomlaVision.com